MUVON Sebuah Aplikasi Muhammadiyah untuk Umat Islam

 

Komunitasmuslim.com – MUVON merupakan sebuah aplikasi mobile yang diciptakan berbasis teknologi Over the Top, aplikasi ini dikembangkan atas kerjasama antara TV Muhammadiyah dengan Digital Media Corp dan Digital Creative Asia. Aplikasi MUVON ini sendiri memiliki makna ‘Muhammadiyah Vision’ di mana penciptaan Aplikasi Mobile MUVON dilandasi oleh visi mengembangkan ekosistem gaya hidup halal (halal life style), dengan dukungan teknologi Over the Top (OTT).

 

Kepala proyek MUVON, Khairullah menyatakan, aplikasi ini bertujuan meningkatkan taraf hidup umat dengan berlandaskan ekonomi syariah, memberikan manfaat dan menebar kebaikan untuk seluruh umat dengan dimotori oleh keluarga besar Muhammadiyah. Ia mengklaim, MUVON adalah aplikasi mobile over the top muslim pertama yang mengintegrasikan beberapa fitur layanan mobile dalam satu aplikasi, yang terdiri dari fitur LIVE TV dan VOD, Market Place, Social Media serta Search Engine.

 

”MUVON akan memberikan beberapa layanan yang bermantaat bagi para penggunanya, dengan variasi menu aplikasi yang bermantaat bagi umat muslim seperti pencarian masjid, sekolah muslim, rumah sakit muslim dan panti asuhan,” jelas Khairullah, dalam peluncuran MUVON, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (30/11).

 

Adapun menu utama lainnya pada aplikasi MUVON MobileApp ini yang tak kalah bermantaat bagi pedagang muslim yaitu PASARMU. Di menu ini, pedagang muslim dapat berdagang dengan gratis alias tidak dipungut biaya. Selain itu menu lainnya bisa membantu dalam transaksi keseharian misalnya membayar tagihan listrik, air, pulsa dan lain lain

 

Bagi para pemuda-pemudi muslim yang saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, di MUVON terdapat JOBMU, dimana menu JOBMU ada banyak relerensi pekerjaan yang halal dan peluang untuk berwirausaha bagi yang ingin berwirausaha. Selain itu, ada juga menu BillMu, KoperasiMu, CJMu, LazisMu, serta KeluargaMu.

 

”Saat ini MUVON sudah tersedia di android playstore dalam bentuk beta (uji coba) dan akan bisa dinikmati pengguna pada akhir Februari 20l8,” ungkap Khairullah.

 

Direktur utama TVMu, Gatot Triyanto menyatakan, aplikasi ini merupakan bagian dari hadiah ulang tahun TVMu, yang pada 18 November lalu berusia 4 tahun. Ia mengatakan, aplikasi berbasis teknologi OTT ini, hasil kerjasama anrara TvMu dengan DMC, serta D & C Asia.

 

”Perjalanannya relatif singkat, pada awal agustus (idenya), tapi intensif pertemuannya. Ini mau tidak mau, karena TVMu sudah memiliki beberapa platform selain digital, seperti Indihome, Big tv, MNC play, Streaming dan Usee TV,” jelas dia.

 

Menurut Gatot, dengan adanya MUVON, merupakan sebuah loncatan bagi Muhammadiyah. Karena Aplikasi tersebut mengusung teknologi yang tercanggih saat ini. ”Karena baru berusia 4 tahun, sudah langsung loncat ke sistem digital. Banyak yang bisa dinikmati di MUVON ini,” ucap Gatot.

 

Nah sudah jelaskan apa itu Aplikasi MUVON ? Sudah pada Instal Aplikasi MUVON belum di android kalian ? Yuk coba cek playstore kalian dan Instal Aplikasi MUVON sekarang.

PP Muhammadiyah: 3 Syarat Ulama yang Tak Boleh Ditawar

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Tarjih dan Tabligh, Prof Yunahar Ilyas, menjelaskan, pihaknya telah merumuskan tiga ciri atau syarat ulama.

Pertama, harus punya ilmu.

“Ilmu apa? Ya semua ilmu. Tapi paling berat al-‘ulum asy-syar’iyyah (ilmu syar’iah, Red),” ujarnya pada acara pembukaan Kongres Ulama Muda Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (30/01/2018).

Seorang ulama, kata dia, minimal harus menguasai al-‘ulum asy-syar’iyyah.

Seperti al-Qur’an dan ilmu-ilmunya, Hadits dan ilmu-ilmunya, fiqh dan ushulnya, sirah Nabawiyah, “dan ilmu-ilmu yang lain,” ujarnya di depan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta para peserta kongres.

 

“Jadi memang itu menjadi syarat yang tidak boleh ditawar-tawar,” lanjut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini. Ia menambahkan, seorang ulama juga dipersilakan menguasai ilmu-ilmu yang lain sebagai tambahan.

Ciri atau syarat ulama kedua adalah khasyatullah, punya rasa takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Seseorang yang mengaku ulama tak cukup hanya memiliki ilmu. Ia juga harus punya rasa takut kepada Yang Maha Mengawasi alam semesta. “Jadi ilmu tidak hanya sekadar untuk ilmu,” terangnya.

Ulama berilmu tak sebatas untuk pengetahuan, untuk belajar, dan sebagainya yang serupa.

“Tapi memang (ilmu) untuk meningkatkan iman dan ketaqwaannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” terangnya, seraya mengutip kutipan firman Allah pada al-Qur’an Surat Al-Fathir ayat 28: “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama…”

 

Yunahar lantas berpesan kepada para pemuda, khususnya peserta kongres ulama muda, agar betul-betul punya rasa takut kepada Allah. Jangan sampai ilmu diperbanyak tapi tak sebanding dengan aplikasinya.

Misalnya, ia mencontohkan, pemuda berdiskusi hingga larut malam tentang Islam, hukum-hukum Islam, tapi malah terlambat shalat subuh.

“Diskusi sampai tengah malam, paginya telat shalat subuh, enggak boleh!” tegasnya.

Ciri atau syarat ketiga ulama harus adalah berada di tengah-tengah masyarakat. Ulama harus peduli dengan urusan umat dan masyarakat.

“Jadi bukan ulama belakang meja, ulama di perpustakaan, bukan itu aja, tapi ulama yang berada di tengah-tengah masyarakat… untuk mengingatkan,” terangnya.

Ketiga hal itulah yang menjadi syarat ulama. “Perkara muda atau tua itu tergantung,” imbuhnya.*

 

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber : hidayatullah